SUDAJI KAMPUNG HALAMANKU

SUDAJI KAMPUNG HALAMANKU
TEMPLATE
Tampilkan postingan dengan label PIODALAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PIODALAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2020

SUDAJI'S CULTURAL FESTIVAL

Om Swastyastu, 

Sebagaimana hari raya dirayakan setiap tahun, maka demikian pula halnya Desa Pakraman Sudaji yang memiliki acara Pujawali atau Piodalan di pura Kahyangan Desa. Secara reguler piodalan di Desa Sudaji berlangsung antara bulan Juni dan Juli yang melibatkan seluruh warga desa adat.
Seiring dengan perkembangan wisata saat ini, maka Desa Wisata Sudaji yang dimotori oleh Pokdarwis menggunakan momentum tersebut untuk diagendakan dalam program kerjanya sebagai "Calender of Event" agar dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Dalam rangkaian piodalan tersebut terdapat beberapa tradisi unik yang tidak dapat ditemukan pada tempat lain. Salah satunya adalah Tradisi Bukakak yang hanya ada di Desa Sudaji dan dilaksanakan hanya sekali dalam setahun yaitu setelah selesai acara piodalan Karya Desa di Pura Bale Agung Sudaji. Acara ini dapat dikatakan sebagai moment yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat karena sebagian besar warga sangat antusias menyaksikan arak-arakan Bukakak yang dilakukan pada malam hari. Banyak orang dari luar desa Sudaji juga datang karena ingin tahu proses Bukakak ini, bahkan terlihat juga wisatawan asing turut serta menyaksikannya. 

Kegiatan Pujawali yang berlangsung selama lebih dari sebulan itu memang layak dirangkum menjadi satu wadah Calender of Event dan diorganisir secara lebih profesional tanpa menghilangkan esensi dari tujuannya yang sebenarnya yaitu kegiatan adat dan keagamaan. 

Di tahun ini, tahun 2020,  Sudaji's Cultral Festival dicanangkan lagi untuk yang kedua kalinya sejak di-launching tahun lalu yang mendapat dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun pemuka adat dan tentunya masyarakat setempat sebagai tuan rumah. 

Semoga berjalan lancar dan mendapat perkenan dan lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Om Shanti Shanti Shanti Om

 







Selasa, 10 Oktober 2017

KARYA NGUSABA NYERI SUDAJI

Karya Nyeri atau Ngusaba Sri di Desa Sudaji, Buleleng, Bali bermakna Perayaan (piodalan) yang ditujukan kepada Dewi Sri yaitu Dewi Kesuburan atau Dewi Padi. Perayaan ini berlangsung setahun sekali yang melibatkan Krama Subak utamanya pemilik lahan basah yang berada di wilayah Desa Dinas Sudaji.


Upacara Ngusaba Sri (atau Ngusaba Nini)  bertujuan memohon waranugraha kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa serta manifestasinya agar memberkahi kemakmuran pada umat manusia, memohon kesuburan terhadap keberhasilan-keberhasilan pertanian dan terhindar dari segala hama penyakit.
Upacara ini biasanya jatuh pada bulan Oktober dan berlangsung tiga hari. Hari pertama diawali dengan piodalan di Pura Sang Peta dan berlanjut di Pura Sang Kumpi. Di hari berikutnya piodalan berlangsung di Pura Desa atau Bale Agung  Sudaji. Keesokan harinya berlangsung Upacara Ngerebeg yaitu prosesi dari Pura Desa ke Pura Dalem Sudaji. Pada saat acara Ngerebeg ini, yang biasanya berlangsung sore hari, para pemuka adat seperti  Bendesa, Penyarikan, Kubayan, Kelian Subak, Kelian Dusun Adat (Kelian Tempek), Pecalang, Saye, Teruni, Sekeha Gong Gede, Sekeha Baleganjur dan perwakilan dari pemilik lahan basah menyungsung Simbol Cili (Perwujudan Dewi Sri)
Keesokan harinya adalah hari terakhir dari perayaan Karye Nyeri yaitu Upacara Merejang yang merupakan rangkaian penutupan Piodalan Nyeri.  








 

Rabu, 23 Juli 2014

MREJANG

Mrejang adalah rangkaian upacara di Pura Desa Sudaji yang dilaksanakan pada hari ketiga atau terakhir pada piodalan Karya Desa. Mrejang adalah ritual mengelilingi halaman Jaba Tengah sebanyak tiga kali yang diikuti para Ulu Desa, Pesaren, Teruna, Sekeha Tempek dan lain-lain dengan berjalan beriringan mengikuti  Petapakan Barong. Kemudian ada tari-tarian sakral yang ditarikan oleh beberapa pemedek baik tua, muda, laki atau perempuan. Para penari ini bukanlah dari kalangan penari profesional, namun dari kalangan biasa dengan gerakan tari yang  sederhana penuh penjiwaan namun kelihatan sakral dalam suasana khidmat dengan mengikuti iringan tetabuhan mrejang dari Gong Gede. Para penari berbaris hingga 10 orang dan bergantian menari menghadap ke arah Jeroan.  Maksud dari tarian ini adalah sebagai persembahan suci untuk menyambut dan sekaligus menghibur kedatangan para Dewata yang telah turun dari kahyangan untuk merestui jalannya upacara atau piodalan di Pura Desa. Melalui tarian ini kita merasakan puji syukur dan terima kasih atas segala karunianya berupa  hasil bumi yang melimpah. 

Babi hitam diupacarai sebelum digunakan sebagai Bukakak pada malam harinya setelah acara Mrejang

Petapakan Barong mengawali prosesi Mrejang diikuti oleh pengiring lainnya

 Para pemedek yang marek (tangkil) berkerumun menyaksikan acara Mrejang

 Seorang wisatawan asing tampak antusias mengikuti jalannya upacara Mrejang dan mengabadikannya melalui kameranya.

Tarian Mrejang yang ditarikan oleh beberapa pemedek berdiri diantara pemedek lain

Selesai "muspa" atau "mebakti" para Pemangku memercikkan air suci "tirta" dan  dibantu Pesaren untuk membagikan "bija"

Hingga senja menjelang, selesai acara Mrejang, para pemedek pulang kembali ke rumah masing-masing dan bersiap untuk menonton Bukakak

Suasana di luar Pura Desa (Jabaan) setelah selesai upacara Mrejang sebagai tanda berakhirnya rangkaian upacara Karya Desa.






Rabu, 25 Juni 2014

JADWAL PUJAWALI 2014

Untuk mengetahui jadwal pujawali/piodalan/rerainan di Desa Sudaji, maka prajuru adat telah menerbitkan kalender bali yang dikeluarkan oleh Lembaga Desa Adat Sudaji. Adapun tujuannya adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Sudaji baik yang ada di lingkungan desa maupun di luar desa Sudaji (perantauan).


Sabtu, 24 Agustus 2013

NGUSABA DALEM


Upacara Ngusaba Dalem adalah upacara/piodalan yang paling meriah dan dinanti-nanti oleh warga desa Sudaji. Warga yang tinggal di perantauan akan pulang pada saat upacara ini.

 Banten gebogan tertinggi (5 meter) adalah ciri khas karya tukang banten dari Sudaji

 Suasana saat Ngusaba Dalem di Jaba Pura Dalem

 
Pemedek di Jaba Tengah Pura Dalem

Warga sangat kusyuk dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem

Sesajen (gebogan) berjejer dan warga berdatangan untuk bersembahyang di Pura Dalem