Candi bentar Pura Dalem yang baru selesai dibangun tampak megah dan indah.
Dikerjakan oleh tokoh-tokoh seniman ukir yang handal dan profesional asli dari Desa Sudaji.
Mereka adalah seniman dengan bakat alam dan sangat terampil dalam mengerjakan ukiran bias melela.
Pembangunan candi bentar ini menghabiskan waktu lebih kurang setahun dan dengan biaya lumayan besar yang dikumpulkan dan didonasikan dari warga Desa Sudaji.
Kini bangunan Candi Bentar ini menjadi salah satu ikon untuk objek berfoto baik oleh orang lokal maupun wisatawan manca negara. Sebagian besar mereka berdecak kagum dengan hasil karya yang luar biasa indah dan megah di pusat desa Sudaji ini.
Semua hasil karya itu terwujud berkat semangat semua lapisan masyarakat Desa Sudaji untuk mendukung kemajuan pembangunan desa dalam hal spiritual keagamaan berupa bangunan suci Candi Bentar Pura Dalem Desa Pakraman Sudaji
SUDAJI KAMPUNG HALAMANKU
TEMPLATE
Tampilkan postingan dengan label PURA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PURA. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Desember 2017
Selasa, 23 September 2014
PURA TIING
Pura Tiing atau Pura Bambu adalah nama pura yang letaknya di atas bukit Sudaji. Karena adanya pohon bambu yang tumbuh rimbun di sebelah timur pelinggih dan menaungi tempat ini, maka pura ini disebut Pura Tiing (Bambu). Tempat ini juga merupakan perbatasan antara bukit Sudaji dan Bukit Silangjana. Dari pura ini perjalanan ke Pura Cemara Geseng diperlukan sekitar 30 menit lagi.
Tampak depan Pura Tiing
Pelinggih Pura Tiing dengan beberapa patung yang dikeramatkan
Tampak belakang Pura Tiing
Halaman Jeroan Pura Tiing dengan pohon bambu yang merindangi pura
Sebuah papan larangan dari pemerintah untuk melindungi kawasan ini dari perusakan alam oleh manusia
Rabu, 17 September 2014
PURA TIRTA SELAKA
Pura Tirta Selaka terletak di sisi jalan menuju Singkung dari arah Dusun Dukuh, berdekatan dengan jembatan di persimpangan (pertigaan) Singkung, Kajekauh dan Dukuh. Pada pura ini terdapat air jernih yang mengalir dari dalam tanah yang merupakan sumber air bersih.
Pura Tirta Selaka terlihat dari arah utara, sebelah kiri
Bangunan pura yang kecil dan sederhana, namun memiliki arti penting bagi warga sekitar, terutama air jernih yang disucikan.
Tampak pura dari selatan
Air yang mengalir jernih. Disini banyak warga memanfaatkannya sebagai tirta dan juga untuk dikonsumsi.
Senin, 01 September 2014
PURA BUKIT MADIA
Pura Bukit Madia terdapat di dusun Sanda (Kaja Kauh) Desa Sudaji, dengan ketinggian kira-kira 600 meter diatas permukaan laut. Untuk mencapai tempat ini, kita harus melewati jalan tanjakan yang berundak-undak dan dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Sanda. Di pura ini terdapat pohon beringin yang rindang menaungi halaman Jeroan, sehingga tampak sejuk.
Tampak depan Pura Bukit Madia Desa Sudaji.
Dua patung harimau sebagai penjaga gerbang pelinggih di Jeron
Tampak halaman di Jeroan dengan pohon beringin ditengahnya
Jaba tengah Pura Bukit Madia
Tiga orang anak yang tinggal di sekitar pura akan mencari dedaunan untuk makanan ternaknya.
Pemandangan yang indah di sebelah timur Pura Bukit Madia
PURA CEMARA GESENG
Pura Cemara Geseng terletak di ketinggian 1.084 meter diatas permukaan laut. Nama Cemara Geseng (Casuarina junghuhniana Miq) mengacu kepada pohon cemara atau pinus yang tumbuh di tempat ini. Bukit tempat pura ini berdiri termasuk wilayah Desa Silangjana. Namun pura ini di "sungsung" oleh tiga desa, yaitu Desa Silangjana, Desa Sudaji dan Desa Lemukih. Untuk mencapai puncak bukit ini banyak jalur bisa dilalui, baik dari arah barat (Silangjana), arah timur (Lemukih) arah utara (Sudaji) atau arah selatan (Pegadungan/Lemukih). Ditengah halaman pura ini terdapat tonggak atau orang-orang menyebutnya "Pal" yang konon dibangun oleh pemerintah Belanda pada masa kolonial untuk menandai puncak bukit ini. Banyak cerita tentang "Pal" ini yang bentuknya menyerupai tugu dengan ketinggian kira-kira 2 meter. Namun kini Pal ini dikeramatkan warga, terbukti dengan adanya sesajen yang dihaturkan oleh para pemedek.
Jalan menuju puncak bukit Cemara Geseng terlihat dari arah utara.
Bibit Cemara Geseng yang masih muda yang ditanam di sekitar jalan menuju puncak bukit
Tampak candi bentar, rumah gong dan pohon leci yang tumbuh besar di depan Pura Cemara Geseng.
Halaman Pura Cemara Geseng
Bangunan Rumah Gong Pura Cemara Geseng
Beberapa pelinggih yang terdapat di Pura Pucak Cemara Geseng.
Petirtaan di sebelah bawah selatan Pura Cemara Geseng. Dari bawah pohon pakis menetes air alami.
Pohon Cemara Geseng yang tumbuh besar di sekitar pura.
Bangunan Piasan dan Pelinggih di Pura Cemara Geseng, terlihat dari selatan.
Senin, 30 Juni 2014
PURA MAS PAHIT
Pura Mas Pahit terletak di Dusun Dukuh. Konon aslinya pura ini bernama Pura Mas Majapahit. Pura ini termasuk kahyangan desa, yang mana pada saat piodalan sebagian besar warga desa Sudaji tangkil untuk sembahyang.
Tangga dan candi bentar menuju Jeroan Pura Mas Pait
Paduraksa untuk memasuki Utama Mandala
Halaman yang rindang dan rumput hijau di depan
paduraksa. Dikelilingi pepohonan yang menjadikan suasana pura ini sejuk
Bangunan Piasan di Mandala Utama
Patung Macan dan Naga di Bale Paruman
Bangunan Pelinggih Ida Betara di Mandala Utama
PURA PENABENG SARI
Pura ini terletak di sebelah utara dusun Dukuh, tepatnya di Cacaran, karena itu pura ini sering disebut Pura Cacaran. Pura ini bukan termasuk Kahyangan Desa, karena pengemponnya bukan warga Dukuh sepenuhnya, tapi hanya dadia saja, yaitu dari keluarga Jro Darsana yang merupakan keturunan Arya Tegeh Kori.
Untuk mencapai pura ini kita hanya bisa kesana dengan sepeda motor. Interiornya sangat unik dan terkesan "magis dan angker" dan terdapat Arca Sanghyang Geni Maya, yang konon adalah Sesuhunan yang berstana di tempat ini. Lokasinya di suatu lembah yang dikelilingi pepohonan sehingga kelihatan tersembunyi.
Nama Penabeng dapat diartikan "nambeng" atau memagari atau menembok/membentengi, sehingga fungsi pura ini adalah sebagai benteng wilayah Sudaji di bagian barat laut.
Untuk mencapai pura ini kita hanya bisa kesana dengan sepeda motor. Interiornya sangat unik dan terkesan "magis dan angker" dan terdapat Arca Sanghyang Geni Maya, yang konon adalah Sesuhunan yang berstana di tempat ini. Lokasinya di suatu lembah yang dikelilingi pepohonan sehingga kelihatan tersembunyi.
Nama Penabeng dapat diartikan "nambeng" atau memagari atau menembok/membentengi, sehingga fungsi pura ini adalah sebagai benteng wilayah Sudaji di bagian barat laut.
Candi bentar untuk memasuki area jeroan
Tangga menurun menuju Jeroan Utama Mandala
Tangga yang diapit oleh badan naga
Gelung Kori dengan stil unik
Arca Sanghyang Geni Maya di Utama Mandala
Petirtan di bagian bawah Utama Mandala
Senin, 02 Juni 2014
PURA TAMAN SARI
Pura Taman Sari terletak di dusun Kajekangin, di banjar Taman. Pengempon pura ini adalah warga banjar Taman, Pura ini juga termasuk kahyangan desa yang mana pada saat hari raya Hindu banyak warga Sudaji yang datang untuk bersembahyang. Puncaknya adalah pada Hari Raya Saraswati, umat pada ramai bersembahyang.
PURA TAMAN ALUN
Pura ini termasuk pura kahyangan desa yang terletak di dusun Kajekauh, tepatnya di Landep. Untuk mencapai tempat ini, warga harus berjalan kaki dengan jalan menanjak lebih kurang 50 meter. Dari lokasi pura ini, pemandangan sangat indah ke segala penjuru karena tempat ini di dataran tinggi. Pemandangan persawahan Munduk Bunter sangat menawan, apalagi di pagi hari saat matahari terbit. Pada saat hari raya Hindu, seperti Galungan dan Kuningan, Pagerwesi banyak warga bersembahyang di pura ini.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
















































